Aliansi Remaja Independen | Sejarah ARI Nasional
2934
page-template-default,page,page-id-2934,page-child,parent-pageid-2979,ajax_updown_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-14.5,qode-theme-ari theme,disabled_footer_top,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.7,vc_responsive
 

Sejarah ARI Nasional

Aliansi Remaja Independen

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Aliansi Remaja Independen atau yang biasa disebut ARI ini memiliki sejarah yang panjang dalam upaya pergerakan remaja dalam melakukan advokasi di ngkat lokal, nasional maupun internasional. Kehadiran ARI yang sampai saat ini terus memovasi remaja lain dan terus melakukan advokasi untuk memperjuangkan hak remaja ini dak luput dari peran para individu-individu maupun organisasi-organisasi yang senanasa memberikan dukungan hingga ARI bisa berdiri hingga saat ini.

 

Sejarah ARI dimulai sejak adanya pertemuan Duta Remaja Nasional yang diinisiasi oleh salah satu penasihat ARI yaitu Kindy Marina. Kindy Marina ini menyadari bahwa remaja belum mendapatkan haknya secara utuh sehingga atas dasar itulah beliau dan teman-temannya serta di dukung oleh pemerintah terkait, LSM serta UN Agensi mengadakan pemilihan Duta Remaja Nasional sebagai bagian dari peringatan Hari Remaja Sedunia tanggal 12 Agustus. Kegiatan ini adalah peringatan hari remaja nasional pertama di Indonesia yang diadakan pada tanggal 11-17 Agustus 2005. Kegiatan ini dihadiri oleh 46 perwakilan remaja dari seluruh Indonesia yang berasal dari 33 provinsi.
Acara tersebut dak hanya mempertemukan duta-duta remaja dari seluruh Indonesia namun duta remaja tersebut di berikan pembekalan selama satu minggu penuh mengenai informasi tentang Hak Asasi Manusia, Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi dan Advokasi kebijakan yang berkaitan dengan remaja yang kemudian diiku dengan pertemuan dengan DPR dan Kementrian terkait. Setelah satu minggu melaksanakan peringatan hari remaja nasional, para duta remaja kembali ke daerahnya masingmasing untuk mengembangkan organisasinya di daerahnya dan mengadvokasi hak remaja di daerahnya.

 

Seiring berjalannya waktu, beberapa perwakilan duta remaja yang berada di wilayah Jabodetabek terus melakukan kegiatan